Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Rapat evaluasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan dilaksanakan dengan melibatkan jajaran dekanat, pengelola program studi sarjana, magister, dan doktor, serta ketua dan sekretaris Gugus Kendali Mutu (GKM). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin fakultas dalam memastikan implementasi sistem penjaminan mutu internal berjalan secara efektif dan selaras dengan arah kebijakan strategis universitas. Rapat dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam yang membuka forum dengan penegasan pentingnya refleksi kinerja berbasis data, kolaborasi lintas program studi, dan komitmen terhadap peningkatan mutu berkelanjutan.

Dalam sesi awal, dekan memaparkan hasil evaluasi capaian IKU yang menunjukkan tren positif pada sejumlah aspek strategis, seperti peningkatan kualitas lulusan yang terserap di dunia kerja, penguatan jejaring kerja sama dengan lembaga keagamaan dan akademik, serta meningkatnya publikasi ilmiah dosen pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Selain itu, beberapa program studi berhasil memperluas kegiatan kemahasiswaan berbasis pengabdian masyarakat dan riset kolaboratif lintas disiplin, yang turut mendukung pencapaian indikator kinerja fakultas secara keseluruhan.
Meskipun demikian, forum juga menyoroti beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian dan perbaikan. Di antaranya adalah perlunya peningkatan capaian indikator internasionalisasi, seperti keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum akademik global, penguatan kolaborasi riset dengan mitra luar negeri, serta peningkatan proporsi publikasi pada jurnal bereputasi internasional. Beberapa program studi juga mencatat tantangan dalam optimalisasi tracer study untuk memperkuat data penyerapan lulusan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat.
Evaluasi terhadap capaian IKT difokuskan pada pengembangan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, serta efektivitas pelaksanaan kegiatan akademik dan non-akademik. Para ketua program studi menyampaikan laporan perkembangan kegiatan peningkatan kompetensi dosen melalui program sertifikasi, workshop metodologi penelitian, serta pelatihan publikasi ilmiah. Ketua GKM menambahkan bahwa monitoring mutu internal perlu diperkuat melalui pelaksanaan audit akademik yang lebih sistematis dan berbasis evidensi, agar setiap unit kerja mampu mengidentifikasi area perbaikan secara lebih tepat.
Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif dengan berbagai masukan strategis dari peserta rapat. Salah satu fokus pembahasan diarahkan pada pentingnya konsistensi dalam pelaporan data kinerja serta optimalisasi sistem informasi manajemen mutu yang terintegrasi. Para pimpinan program studi juga sepakat bahwa peningkatan budaya mutu harus diinternalisasikan tidak hanya di tingkat dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga dalam aktivitas pembelajaran dan penelitian mahasiswa.

Menutup pertemuan, dekan menegaskan bahwa hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi penyusunan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur. Fakultas berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antarprodi, meningkatkan kapasitas SDM, serta mengembangkan strategi internasionalisasi yang berorientasi pada reputasi akademik global. Disepakati pula bahwa evaluasi capaian IKU dan IKT akan dilakukan secara berkala setiap semester untuk memastikan kesinambungan peningkatan mutu dan akuntabilitas kinerja fakultas.
