Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Dalam semangat memperkuat moderasi beragama dan membangun komunikasi lintas iman di lingkungan akademik, Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menerima kunjungan dari Program Kaderisasi Pemimpin Oikumene Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Angkatan II Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2 FUSI UINSU, Medan, dan dihadiri oleh para dosen Prodi Studi Agama-Agama bersama peserta kaderisasi HKBP yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang sarat dengan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan semangat kebersamaan antarumat beragama.
Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan HKBP di lingkungan kampus UINSU. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman bersama tentang nilai kemanusiaan dan perdamaian antarumat beragama.

Dalam sesi diskusi, dosen Prodi Studi Agama-Agama menjelaskan tentang pendekatan akademik dalam studi lintas agama serta pentingnya membangun dialog berbasis empati dan keterbukaan. Melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan lapangan, mahasiswa SAA didorong untuk memahami agama tidak hanya dari aspek teologis, tetapi juga dari sisi sosial dan budaya yang memperkaya kehidupan bermasyarakat.
Para peserta dari Program Kaderisasi Pemimpin Oikumene HKBP turut berbagi pandangan tentang peran pemimpin gerejawi dalam memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Mereka menilai kegiatan seperti ini menjadi wadah yang berharga untuk bertukar gagasan dan memperluas wawasan lintas iman dalam konteks kehidupan bangsa yang majemuk.
“Pertemuan seperti ini merupakan bukti nyata bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipelajari dan dirayakan bersama. Kampus UIN Sumatera Utara menjadi contoh ruang akademik yang terbuka bagi dialog lintas iman,” ungkap salah satu dosen Prodi Studi Agama-Agama.
Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Baik pihak UIN Sumatera Utara maupun HKBP sepakat bahwa dialog lintas agama perlu terus digalakkan agar dapat memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang plural.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan visi Prodi Studi Agama-Agama UIN Sumatera Utara sebagai pusat kajian yang aktif dalam membangun budaya moderasi, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan.
