Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Pada hari Senin, 12 Januari 2026, Dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai kerukunan antarumat beragama di lapangan, mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sumatera Utara yang sedang menjalani masa magang di FKUB Kota Medan melakukan kunjungan observasi ke Maha Vihara Maitreya, Cemara Asri.
Kunjungan yang berlangsung pada hari Rabu ini disambut hangat oleh pihak pengurus vihara. Fokus utama dari dialog ini adalah membedah bagaimana prinsip harmonisasi diterapkan di lingkungan vihara. Pengurus menjelaskan bahwa keterbukaan merupakan kunci utama; Vihara Maitreya bukan sekadar tempat ritual bagi umat Buddha, melainkan juga ruang edukasi dan wisata religi yang inklusif bagi warga Medan dari berbagai latar belakang keyakinan.
Dalam diskusi mengenai manajemen jemaat, pengurus memaparkan pola kunjungan yang dinamis. Pada hari-hari biasa, suasana vihara cenderung tenang, namun intensitasnya meningkat pada akhir pekan. Pada hari Sabtu dan Minggu, tercatat sekitar 100-an jemaat hadir silih berganti untuk melakukan puja bakti. Sistem kehadiran yang bergantian ini menjaga kenyamanan dan ketertiban di dalam ruang ibadah.
Momentum yang paling menonjol adalah saat perayaan Hari Raya Imlek atau pergantian tahun baru. Pengurus menyampaikan bahwa pada momen tersebut, vihara bertransformasi menjadi pusat keramaian yang luar biasa, di mana pengunjung bisa mencapai angka ribuan orang. Lonjakan ini tidak hanya terdiri dari jemaat yang beribadah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan kemeriahan budaya, yang semuanya tetap berjalan dalam koridor tertib dan damai.
Kunjungan ini diakhiri dengan pemahaman bahwa harmoni di Kota Medan terbangun melalui komunikasi yang konsisten. Bagi mahasiswa SAA UINSU, pengalaman lapangan ini menjadi potret nyata bagaimana nilai-nilai teologis bertemu dengan realitas sosial dalam bingkai toleransi yang kokoh.
