Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) serta Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) resmi menjalin kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) ini menandai komitmen bersama dalam menjaga serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kota Medan dan Sumatera Utara secara umum.

Ketua FKUB Kota Medan, Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran lembaga akademik berbasis Islam seperti UINSU sebagai mitra FKUB menjadi langkah strategis dalam menjalankan berbagai program berkelanjutan. “Kami sangat bersyukur karena FUSI UINSU bersedia menjadi mitra kami. Selama beberapa tahun terakhir, mahasiswa dari FUSI yang magang di FKUB telah banyak berkontribusi, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga dalam upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dekan FUSI, Dr. Maraimbang, M.A., juga mengungkapkan kebahagiaannya atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan FKUB sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “FKUB sejatinya adalah bagian dari UINSU dan FUSI, sebab berbagai kajian teoritis terkait kerukunan, perdamaian, dan resolusi konflik telah lama menjadi fokus penelitian di fakultas kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Studi Agama-Agama, Dr. Jufri Naldo, M.A., menyampaikan apresiasinya kepada FKUB atas kolaborasi yang telah terjalin. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk magang, tetapi juga berpotensi menjadi wadah bagi alumni dalam berkarier. “Dengan kurikulum yang kami miliki, hampir 70% mata kuliah di Prodi SAA membahas kehidupan masyarakat beragama, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat relevan dan membuka peluang besar bagi mahasiswa kami,” tandasnya.
Kerjasama ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara dunia akademik dan praktisi dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia.