Mempererat Jejaring Keulamaan dan Moderasi Beragama: Dosen SAA UIN Sumatera Utara Kunjungi Komunitas Mandailing di Malaysia

Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Pada hari Minggu (Ahad), tanggal 4 Agustus 2024, Dosen Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melaksanakan kunjungan edukatif dan kegiatan pengabdian masyarakat di Batu Caves, 68100 Batu Caves, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pembelajaran lapangan yang bertujuan memperluas wawasan dosen tentang keberagaman ajaran agama, khususnya mengenai agama Hindu di Malaysia, serta memperkuat jejaring akademik lintas negara.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang mengusung tema Orang Mandailing dan Jaringan Keulamaan Sumatera dan Malaysia” dipimpin oleh Dr. Aprilinda M. Harahap, M.Ag., selaku dosen UIN Sumatera Utara dan penanggung jawab program.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sejarah, peran, dan kontribusi masyarakat Mandailing dalam membangun jejaring keulamaan antara Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang dialog lintas budaya dan keagamaan bagi komunitas Mandailing yang telah lama menetap di kawasan Selangor, khususnya di sekitar Batu Caves.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Komunitas Mandailing di Malaysia, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik dari tim pengabdian masyarakat UIN Sumatera Utara. Dalam sambutannya, perwakilan komunitas menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian akademik dan sosial terhadap hubungan historis antara ulama Mandailing di Sumatera dan Malaysia.

Selanjutnya, Dr. Aprilinda M. Harahap menyampaikan materi utama mengenai jaringan keulamaan Mandailing yang terbentuk melalui jalur pendidikan Islam tradisional seperti pesantren dan surau. Beliau juga menyoroti peran penting ulama Mandailing dalam perkembangan Islam di Sumatera dan Semenanjung Melayu, serta menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan kebudayaan Mandailing sebagai jembatan persaudaraan antarbangsa serumpun.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi iDengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara masyarakat Mandailing di Malaysia dan Sumatera semakin erat, serta dapat meningkatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan.nteraktif bersama tokoh masyarakat, mahasiswa, dan perwakilan organisasi Mandailing di Malaysia. Diskusi membahas peluang kerja sama keilmuan antara lembaga pendidikan Islam di Sumatera Utara dan institusi keagamaan di Malaysia, serta upaya memperkuat identitas budaya dan nilai keulamaan di kalangan masyarakat diaspora.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan cenderamata dan sesi dokumentasi bersama antara tim pengabdian masyarakat UIN Sumatera Utara dan perwakilan Komunitas Mandailing Selangor.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara masyarakat Mandailing di Malaysia dan Sumatera semakin erat, serta dapat meningkatkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan.