Medan, SAA FUSI UIN Sumatera Utara – Pada hari Minggu, tanggal 7 Februari 2021, telah dilaksanakan kegiatan Rihlah Ilmiah yang diselenggarakan oleh Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU). Kegiatan ini bertempat di Kota Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang dikenal luas sebagai salah satu titik awal masuknya Islam ke Nusantara.
Rihlah Ilmiah ini diikuti oleh Dr. Indra Harahap, M.A. selaku dosen pembimbing, panitia pelaksana, serta himpunan mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman akademik mahasiswa dalam memahami realitas sosial-keagamaan, sejarah penyebaran Islam, serta interaksi antarumat beragama di wilayah bersejarah seperti Barus.
Rombongan berangkat dari kampus UIN Sumatera Utara pada pagi hari dan tiba di Kota Barus menjelang siang. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan kunjungan ke beberapa situs bersejarah, di antaranya Makam Mahligai, Makam Papan Tinggi, dan Situs Aek Busuk, yang merupakan peninggalan sejarah penting dalam perkembangan Islam di kawasan tersebut. Di setiap lokasi, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari tokoh masyarakat dan pengelola situs mengenai sejarah serta nilai-nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya.
Selain kegiatan lapangan, dilaksanakan pula diskusi ilmiah bertema “Barus sebagai Titik Awal Masuknya Islam ke Nusantara dan Dinamika Keberagaman di Wilayah Pesisir”. Dalam kegiatan ini, dosen pembimbing memberikan pemaparan mengenai sejarah Islamisasi di Barus, peran para ulama, serta interaksi sosial-keagamaan yang membentuk harmoni masyarakat setempat. Mahasiswa juga berpartisipasi aktif dalam diskusi dan refleksi ilmiah mengenai pentingnya memahami keberagaman sebagai bagian dari studi agama-agama.
Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik pada sesi kunjungan lapangan maupun diskusi ilmiah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan keilmuan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta memahami pentingnya dialog antarumat beragama dalam kehidupan masyarakat yang plural.
Sebagai penutup, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi di area situs bersejarah Barus. Kegiatan Rihlah Ilmiah ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta dan diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kajian akademik di bidang Studi Agama-Agama.
