MEDAN – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Masa Periode 2026-2027. Prosesi pelantikan pengurus periode ini dilaksanakan dengan khidmat di Aula FUSI UINSU pada Rabu, 13 Mei 2026.
Mengusung tema “Mewujudkan Regenerasi Studi Agama-Agama yang Inklusif dan Berjiwa Moderat,” pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran mahasiswa SAA sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan pemikiran inklusif di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Dekan FUSI UINSU, Dr. Maraimbang Daulay, M.A., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa Studi Agama-Agama memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama.”Mahasiswa SAA harus menjadi contoh nyata dari sikap inklusif. Di tengah keberagaman bangsa, kalian adalah jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan tersebut dengan semangat moderasi yang kokoh,” ujar Dekan FUSI UINSU.

Senada dengan Dekan, Ketua Program Studi SAA UINSU, Dra. Husna Sari Siregar, M.Si mengingatkan para pengurus agar tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada pengembangan kualitas akademik dan karakter anggota. “Tema yang diangkat hari ini bukan sekadar slogan. Saya berharap pengurus baru mampu membawa prodi kita menjadi wadah regenerasi yang mencetak pemikir-pemikir muda yang cerdas secara intelektual dan bijak secara sosial,” tuturnya dalam sambutan yang penuh antusiasme.
Acara pelantikan yang dihadiri oleh jajaran dosen, perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan FUSI, serta mahasiswa SAA ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Dengan dilantiknya kepengurusan ini, HMP SAA diharapkan dapat segera menjalankan program kerja strategis yang mampu menjawab tantangan isu-isu keagamaan kontemporer di Indonesia.

